Merokok

Draft lawas ini ditulis 2014, dipublikasikan 5 tahun kemudian.

Bulan kemarin, masih ada kursi di Smoking Room terminal B1 Bandara Soekarno Hatta. Hari ini kursinya hilang entah kemana. Beberapa orang memilih berdiri, saya dan beberapa yang lain lebih memilih jongkok atau lesehan. Meski dengan posisi ini kaki jadi agak manis, sampai2 terasa kesemutan.

Fasilitas Smoking Room di Terminal ini memang agak anu. Pintu masuk tidak bisa (?) ditutup. Ketika perokok berkumpul, asap beracun sering mengepul ke luar. Apalagi di dalam, sudah mirip pawon di rumah saya saat saya masak air di sore hari. Tapi ini tak menghalangi perokok bermulut pahit untuk berkumpul, ngobrol sambil membakar rupiah.

Disini; suku, agama, etnis dan strata tak begitu penting. Jelata adalah mereka yang korek api-nya disita saat melewati security check. Selebihnya sama, smoker. Di samping saya, seorang warga keturunan Tionghoa sedang ngobrol dengan orang Medan mengenai masalah hak perokok di luar negeri. Di ujung sana, 2 orang arsitek sedang membahas tata kota di Sumatera. Sementara saya sedang diwejang oleh bapak-bapak dari Jambi.

“Cewek Jambi itu mirip merpati, mas. Didekati terbang, tapi kalau sampeyan pandai bersiul dia bakal dateng sendiri.” Katanya.

“Merpati bukannya udah bangkrut pak?” Celetuk pak Medan, yang disambut tawa kecil beberapa orang di ruangan. Tak lama, obrolan beralih ke Merpati, Dahlan Iskan, dan pilpres yang sebentar lagi digelar.

2 batang rokok habis, 1800 Rupiah terbakar begitu saja. Saya beranjak keluar menuju ruang tunggu. Smoking Room masih ramai oleh perokok, sementara suara mbak-mbak operator mikrofon berkumandang memanggil penumpang. Di lorong menuju gerbang keberangkatan, peringatan Dilarang Merokok dipajang di sepanjang jalan. Dibawahnya penumpang lalu-lalang diantara perokok-perokok. Entah karena kondisi atau memang tak peduli.

Dipublikasikan oleh

avatar Tidak diketahui

Bambang Pamungkas

Programmer, writer, reader, father, husband.

kom entar?

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.